Selasa, 04 Desember 2012

Turkey the living history ( part 5 )


Perbatasan Indonesia Dan Malaysia
Beberapa tahun yang lalu saat saya berpetualang ke Sarawak lebih tepatnya lagi ke Kuching Malaysia, saya berhasil menginjakkan kaki saya di dua negara yang berbeda. Entikong di Indonesia dan Tebedu di Malaysia. Saat itu saya ingat mentari baru berangkat menuju peraduannya saat saya menginjakkan kaki di Tebedu, sebuah daerah terdepan di Sarawak Malaysia. Saat itulah saya berjanji pada diri saya akan lebih sering melangkahkan kaki di perbatasan di manapun di dunia ini. Saya tidak pernah takut bermimpi toh mimpi tidak mengakibatkan kematian. Hehehe.

Setelah beberapa tahun berselang saya pun kembali berkesempatan berada di sebuah perbatasan. Kali ini bukan perbatasan dua negara melainkan perbatasan dua BENUA, yes indeed, it's so Awesome. Berada di perbatasan negara saja sudah membuat saya merinding, apalagi berada diantara dua benua. Saat saya berkunjung ke Turki, saya berkesempatan menjelajahi selat Bosphorus. Selat Bosphorus ini juga dikenal sebagai selat Turki. Selat yang membelah benua Asia dan Eropa. Sangat mengagumkan, sebab disinilah satu satunya tempat dimana kita bisa melihat benua Eropa dan benua Asia hanya dengan memalingkan wajah. masih ingat dong cerita saya sebelumnya tentang patung Troy yang terletak di pinggir laut Aegean? masih ingat juga kan cerita saya tentang laut Marmara yang saya seberangi dengan ferry, yang juga ditemani burung burung camar yang cantik itu nah kedua laut tersebut bersama satu laut lainnya yaitu laut hitam akan bertemu dan bermuara di selat Bosphorus ini.

Selat yang hingga saat ini masih aktif sebagai jalur lintas pelayaran internasional ini sangat ramai dan sibuk, selalu kita bisa temukan kapal kapal besar yang hilir mudik. Kebetulan kapal yang saya naiki saat ini adalah khusus kapal wisata. Jadi semua memang sudah di set untuk keperluan pariwisata. Saya sengaja mengambil sisi paling belakang dari kapal, sehingga saya bisa dengan leluasa melihat dan mengabadikan apapun yang saya lihat saat itu. Konon kedalaman selat ini bisa mencapai 124 M wah, tak terbayangkan betapa selat ini memiliki keaneka ragaman hayati bawah laut yang luar biasa. Sebenarnya sih disini tidak terlalu terlihat perbedaan antara sisi Eropa dan sisi Asia-nya Turki. Bangunan bangunan di kedua sisi ini semuanya bergaya Eropa dan Mediteranian. Sebagian besar bangunan bangunan di kedua sisi selat adalah  adalah kafe kafe dan hotel hotel super mewah. Hmmm....andaikan saya punya banyak uang saya akan beli sebidang tanah disini dan membangun tempat peristirahatan bergaya Bali. Sekali lagi, saya melepas mimpi, karena saya tidak pernah takut bermimpi.Hehehe




Bosphorus from your dining table anyone..?


 shopping bridge


Tidak ada komentar:

Posting Komentar